EKSISTENSI BASYARNAS PASCA LAHIRNYA UU NO. 3 TAHUN 2006 TENTANG PERADILAN AGAMA

Auteurs

  • Lilik Andaryuni IAIN Samarinda

DOI :

https://doi.org/10.55799/tawazun.v9i01.93

Mots-clés :

Basyarnas; Sengketa Ekonomi; Peradilan Agama

Résumé

Untuk mengantisipasi persengketaan ekonomi syari’ah yang terjadi di LKS, baik masyarakat, Lembaga Keuangan Syariah baik Bank maupun non Bank, serta para pengguna jasanya menyadari bahwa mereka tidak dapat mengandalkan instansi peradilan umum apabila benar-benar mau menegakkan prinsip syari’ah. Karena dasar-dasar hukum penyelesaian perkara  berbeda. Sebelum diberlakukannya Undang-undang nomor 3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama, sengketa ekonomi syariah tersebut diselesaikan oleh Badan Arbitrase Muamalat Indonesia  (BAMUI) yang kini namanya menjadi Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS) yang didirikan secara bersama oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia  dan Majelis Ulama Indonesia

Téléchargements

Publiée

2021-07-09

Comment citer

Andaryuni, L. . (2021). EKSISTENSI BASYARNAS PASCA LAHIRNYA UU NO. 3 TAHUN 2006 TENTANG PERADILAN AGAMA. At-Tawazun, Jurnal Ekonomi Syariah, 9(01), 27–33. https://doi.org/10.55799/tawazun.v9i01.93

Numéro

Rubrique

Articles